Bisakah respons Ukraina membentuk pendekatan kebijakan yang lebih baik?

Bisakah respons Ukraina membentuk pendekatan kebijakan yang lebih baik?

Invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 memaksa lebih dari 13 juta orang meninggalkan rumah mereka untuk mencari keselamatan. Sekitar 5,4 juta pengungsi Ukraina telah melarikan diri ke berbagai negara Eropa dan 5,1 juta lainnya mengungsi secara internal. Benua Eropa belum pernah melihat perpindahan sebesar ini — baik dalam kecepatan maupun skala — Sejak Perang Dunia II. Sementara kejutan perang dan krisis migrasi mendominasi diskusi publik, Eropa juga melihat aplikasi suaka non-Ukraina pada tahun 2022. Hampir 1 juta orang mengajukan permohonan perlindungan internasional, 50% lebih banyak dari tahun 2021 dan tertinggi sejak 2016.

Tren global dalam pemindahan paksa menunjukkan bahwa lonjakan pencari suaka baru-baru ini – termasuk krisis Ukraina dan seterusnya – telah menjadi realitas baru bagi Eropa. Selama bertahun-tahun, dengan tidak adanya strategi Eropa yang lebih luas, pemerintah daerah dan masyarakat sipil sering mencari pendekatan inovatif untuk meningkatkan penerimaan orang yang mencari perlindungan internasional. Keberhasilan relatif dari Arahan Perlindungan Sementara UE yang diterapkan pada pengungsi Ukraina juga menunjukkan bahwa Eropa memiliki kapasitas dan kapasitas untuk menanggapi secara efektif gelombang masuk skala besar.

Pada tanggal 26 Juni, Amerika Serikat dan Pusat Eropa akan mengadakan panel yang akan mengeksplorasi masa depan kebijakan Eropa tentang komunitas pencari suaka dan penampung pengungsi dari perspektif, khususnya di tingkat kota dan kota.

Pengunjung dapat mengirimkan pertanyaan dengan mengirim email ke events@brookings.edu atau menggunakan Twitter #SuakaEropa.